Musyawarah Padukuhan Sayangan Sepakati Rehabilitasi Rumah Mbah Jumiyen

MUHTAR 02 Februari 2026 13:01:08 WIB

Sayangan - Warga Padukuhan Sayangan bersama tokoh masyarakat dan lembaga padukuhan menyepakati pelaksanaan rehabilitasi rumah milik Mbah Jumiyen, seorang lanjut usia yang hidup sebatang kara. Kesepakatan tersebut diambil melalui musyawarah padukuhan yang dipimpin oleh Dukuh Sayangan dengan melibatkan Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), pamong kalurahan, ketua RT dan RW, serta unsur masyarakat setempat.

Hasil musyawarah menyimpulkan bahwa kondisi rumah Mbah Jumiyen sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera. Dari sisi ekonomi, keluarga yang bersangkutan belum mampu melakukan perbaikan secara mandiri. Dalam kesehariannya, Mbah Jumiyen tercatat sebagai penerima bantuan pangan dari program pemerintah dan masih memerlukan pendampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dukuh Sayangan, Priyo Utomo, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pembangunan Rehabilitasi Rumah, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial masyarakat terhadap warga yang membutuhkan.

"Pembelajaran dari kegiatan ini, ada atau tidaknya bantuan tidak perlu dijadikan persoalan. Selama nilai persatuan dan gotong royong tetap dijaga, berbagai masalah dapat diselesaikan bersama," ujar Priyo.

Pelaksanaan rehabilitasi rumah melibatkan pamong kalurahan, Bamuskal Sayangan, tokoh masyarakat, lembaga padukuhan, serta RT dan RW. Warga turut berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga persiapan pembangunan. Gambaran kebutuhan biaya disampaikan secara terbuka dan masih bersifat perkiraan awal, menyesuaikan dengan kondisi bangunan di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, musyawarah juga membentuk panitia pembangunan rehabilitasi rumah yang melibatkan unsur pamong kalurahan, Bamuskal Sayangan, lembaga padukuhan, dan tokoh masyarakat. Panitia bertugas melakukan identifikasi kebutuhan, menyusun tahapan pekerjaan, serta menyiapkan sosialisasi dan penggalangan dukungan dari masyarakat.

Di tengah berbagai keterbatasan, masyarakat Padukuhan Sayangan sepakat mengedepankan nilai kebersamaan. Penurunan anggaran pembangunan desa tidak menyurutkan semangat warga dan pemerintah kalurahan untuk menghadirkan solusi nyata bagi warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.


Penulis: Ihsan Fajar Sidik (KIM Sayangan)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar