Musim Kemarau, Petani Kalurahan Bandung Andalkan Sumur Bor untuk Irigasi
24 September 2026 14:44:31 WIB
Nogosari 2 - Musim kemarau berdampak pada kondisi lahan pertanian di Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah lahan mengalami kekeringan sehingga ketersediaan air menjadi salah satu perhatian utama petani untuk mempertahankan aktivitas pertanian.
Di tengah kondisi lahan yang relatif kering, sejumlah petani tetap memanfaatkan lahan dengan menanam berbagai komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi saat ini. Beberapa tanaman yang ditanam antara lain kacang hijau, jagung, dan kacang-kacangan.
Penanaman sejumlah komoditas tersebut menjadi salah satu upaya petani untuk tetap memanfaatkan lahan selama musim kemarau. Sementara itu, lahan yang tidak memungkinkan untuk dialiri air dipersiapkan untuk menghadapi musim penghujan.
Selain melakukan penanaman, sebagian petani mulai menyiapkan pupuk organik di lahan pertanian. Pupuk tersebut dipersiapkan untuk membantu menjaga kondisi dan kesuburan tanah sebelum lahan kembali digunakan untuk kegiatan budidaya pada musim tanam berikutnya.
"Sebagian lahan yang bisa dialiri air tetap kami tanami, tetapi yang tidak bisa dialiri kami siapkan pupuk organik untuk persiapan musim hujan," ujar salah satu petani di Kalurahan Bandung, Rabu (23/9/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan air, sumur bor menjadi salah satu sumber irigasi yang dimanfaatkan petani untuk mengairi lahan pertanian. Selama musim kemarau, penggunaan sumur bor dilakukan secara intensif dan dapat beroperasi hingga sekitar empat jam per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman.
Kondisi tersebut membuat petani harus menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air. Lahan yang masih dapat memperoleh pasokan air dimanfaatkan untuk bercocok tanam, sedangkan lahan yang mengalami keterbatasan air dipersiapkan dengan pupuk organik untuk menghadapi musim penghujan.
Para petani berharap musim penghujan mulai berlangsung pada November 2026 sehingga ketersediaan air untuk pertanian kembali mencukupi. Dengan meningkatnya curah hujan, petani berharap dapat segera mempersiapkan lahan dan kembali menanam padi sebagai salah satu komoditas utama pada musim tanam berikutnya.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa petani di Kalurahan Bandung tetap berusaha mempertahankan produktivitas lahan di tengah keterbatasan air. Mulai dari memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, menyiapkan pupuk organik, hingga memanfaatkan sumur bor sebagai sumber irigasi dilakukan sambil menunggu datangnya musim penghujan.
Penulis: Satria Wahyu (KIM Nogosari 2)
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Musim Kemarau, Petani Kalurahan Bandung Andalkan Sumur Bor untuk Irigasi
- Truk Dam Muatan Proyek Terperosok Sepenuhnya ke Parit di Jalan Playen-Gading, Warga Geger
- MDT Al Jamhariyyah Ikuti Sosialisasi Porsadin Kemenag Gunungkidul
- Warga RT 31 Mendongan Kompak Gelar Arisan Rutin, Bahas Kerukunan dan Keamanan Kampung
- Dampak Penutupan Jalan Playen-Gading, Bus dan Truk Dialihkan ke Jalan Playen-Bandung
- Pemaparan Visi dan Misi Calon Lurah Kalurahan Bandung Tahun 2026 Berjalan Aman dan Damai
- Remaja Masjid An-Nur Gelar Outbound untuk Santri TPA/TPQ di Nogosari
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |







