Tradisi Rasulan Di Sayangan, Warga Syukuri Panen Melimpah dan rawat Kebersamaan
MUHTAR 25 Mei 2026 20:54:03 WIB
Sayangan - Ratusan warga Padukuhan Sayangan, Kalurahan Bandung, mengikuti tradisi Rasulan atau bersih dusun yang digelar di balai padukuhan setempat, Senin (25/5/2026). Tradisi sedekah bumi tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi yang melimpah sekaligus upaya melestarikan budaya turun-temurun.
Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi hingga sebagian peserta meluber ke luar area balai padukuhan.
Lurah Bandung, Mawal Edi Tri Kusmantya, mengatakan tradisi Rasulan tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
"Antusiasme masyarakat Sayangan luar biasa sampai ke luar balai padukuhan. Harapannya, kegiatan bersih dusun seperti Rasulan ini terus meningkatkan rasa guyub, rukun, dan gotong royong antarwarga," ujarnya.
Ia menambahkan, Rasulan merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan perlu terus dilestarikan.
"Rasulan merupakan tradisi yang baik dan perlu dilestarikan. Bersih desa memiliki makna sebagai ungkapan syukur atas panen padi dan nikmat dari Allah SWT," kata Mawal.
Tahun ini, hasil panen padi di Padukuhan Sayangan tercatat cukup menggembirakan. Dalam satu hektare lahan, petani mampu menghasilkan rata-rata 6,8 ton gabah. Angka tersebut berada di atas rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Gunungkidul yang berkisar 4,5 ton per hektare.
Kegiatan Rasulan juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PAN, Supriyadi, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Dalam kesempatan itu, Supriyadi mengatakan kehadirannya sekaligus mendampingi survei pembangunan jalan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
"Kehadiran saya di sini sekaligus mendampingi survei pembangunan jalan dari Dinas PUPR. Harapannya, pembangunan ini dapat meningkatkan kenyamanan warga, memperbaiki akses, serta mendukung kegiatan pertanian dan mobilitas masyarakat Sayangan," katanya.
Rangkaian kegiatan Rasulan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Warga berharap hasil panen pada musim berikutnya semakin baik dan kehidupan masyarakat tetap rukun serta sejahtera.
Penulis: ihsan fajar sidik (Sayangan)
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Warga Nogosari 2 Gelar Genduren Sambut Rasulan Desa Bandung
- Rasulan, Tradisi Jawa yang Tetap Dilestarikan Warga Padukuhan Jamburejo
- Wujud Syukur, Warga Padukuhan Bandung Gelar Bersih Dusun Secara Khidmat
- Warga Padukuhan Nogosari 1 Gelar Tradisi Bersih Dusun sebagai Wujud Syukur
- Lestarikan Tradisi, Warga Mendongan Gelar Rasulan di Balai Padukuhan
- Tradisi Rasulan Di Sayangan, Warga Syukuri Panen Melimpah dan rawat Kebersamaan
- WARGA PADUKUHAN KEPIL GELAR RASULAN, WUJUD SYUKUR DAN KEBERSAMAAN
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |









