Malam Syawalan Sayangan,Pentas Drama dan Rembuk Warga

MUHTAR 23 Maret 2026 12:39:07 WIB

Malam Syawalan Sayangan: Pentas "Banyu Kali" hingga Rembuk Warga

 

 

Sayangan - Suasana Lebaran di Padukuhan Sayangan, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, terasa berbeda tahun ini. Ratusan warga berkumpul di Balai Padukuhan pada Minggu (22/3/2026) malam dalam acara Syawalan bertajuk "Sayangan Manunggal".

 

Kegiatan yang digagas Karang Taruna Baktimuda Sayangan (BMS) itu dihadiri berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda, anak-anak, hingga warga perantauan yang pulang kampung. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-Lebaran, acara ini juga menjadi ruang bersama untuk membahas masa depan Padukuhan.

 

Puncak acara diisi pentas drama kolosal berjudul "Banyu Kali" yang melibatkan puluhan pemuda setempat. Drama tersebut mengangkat kisah seorang pemuda desa yang merantau, meraih kesuksesan di kota, lalu kembali untuk membangun kampung halaman.

 

Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari itu mendapat respons hangat dari penonton. Sejumlah adegan, seperti perpisahan dengan orang tua hingga perjuangan di perantauan, dinilai mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya gotong royong dan kecintaan terhadap desa.

 

Dukuh Sayangan, Priyo Utomo, mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam pementasan tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menunjukkan potensi dan semangat pemuda untuk berkontribusi bagi kemajuan dusun.

 

"Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan yang menyentuh. Generasi muda Sayangan memiliki semangat untuk maju," ujarnya.

 

Setelah pentas dan sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi bertajuk "Sinergi Ekonomi dan Sosial". Warga berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai isu, mulai dari potensi pertanian hingga penguatan komunikasi antarwarga.

 

Dalam forum tersebut, warga sepakat mendorong sinergi pemasaran hasil pertanian serta merencanakan pembentukan forum komunikasi berbasis digital. Selain itu, akan dibentuk tim kecil untuk menindaklanjuti hasil pembahasan.

 

Priyo menegaskan dukungan pemerintah dusun terhadap inisiatif tersebut. Ia berharap komunikasi yang baik dapat menjadi kunci kemajuan bersama.

 

"Sayangan ini rumah kita bersama. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa melangkah bersama, dimulai dari hal-hal kecil," kata dia.

 

Malam Syawalan itu tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menandai lahirnya semangat kebersamaan untuk membangun Padukuhan secara gotong royong.

 

Penulis: FIS (KIM Sayangan)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar