Tradisi Malam Selikuran Masih Digelar di Masjid Al Huda Jamburejo

MUHTAR 10 Maret 2026 21:29:53 WIB

 

Jamburejo - Tradisi Malam Selikuran masih dilaksanakan oleh jamaah Masjid Al-Huda Jamburejo dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi tersebut digelar pada malam ke-21 Ramadan yang tahun ini bertepatan dengan Senin (9/3/2026).

 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jamaah Masjid Al-Huda Jamburejo, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kata selikuran berasal dari bahasa Jawa, yaitu selikur yang berarti dua puluh satu.

 

Dalam tradisi masyarakat Jawa, malam ke-21 Ramadan diyakini sebagai salah satu malam yang memiliki peluang datangnya Lailatul Qadar, yakni malam yang disebut dalam ajaran Islam lebih baik dari seribu bulan.

 

Tradisi Selikuran di Masjid Al-Huda Jamburejo telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari budaya lokal yang tetap dilestarikan hingga kini.

 

Kegiatan biasanya dimulai menjelang waktu berbuka puasa. Para jamaah berbondong-bondong menuju masjid sambil membawa makanan dari rumah untuk disantap bersama.

 

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh takmir masjid. Setelah itu, jamaah melaksanakan buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

 

Kegiatan kemudian diakhiri dengan makan bersama menggunakan hidangan yang telah dibawa oleh masing-masing jamaah.

 

 

Penulis: Melati Wulandari (KIM Jamburejo)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar